Sabtu, 01 Maret 2014

Benarkah Laksamana Cheng Ho Keturunan Nabi Muhammad SAW?


Laksamana Cheng Ho dan armadanya (ilustrasi).

Pelaut dan penjelajah Negeri Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, ternyata merupakan keturunan ke-37 Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini diungkapkan oleh beberapa sarjana, antara lain Li Shihou dari Tiongkok dan Usman Effendy dari Indonesia. 

Usman Effendy menulis dalam buku berjudul 'Laksamana Haji Cheng Ho Berlayar ke Indonesia sebagai Niagawan dan Mubaligh,' pada sub judul 'Keturunan ke-37 Nabi Muhammad SAW,' sebagai berikut:

"Ahli sejarah itu bernama Prof Haji Lie Shihou, yang dalam literaturnya menemukan bukti bahwa moyang yang ke 11 (sebelas) dari Cheng Ho adalah utusan (duta besar) negeri Bokhari (Arab Saudi) yang bernama Sayidina Syafii, dan Syafii ini adalah keturunan Rasulullah SAW. Dengan demikian Sayidina Syafii adalah cucu ke-26 dari Nabi Muhammad SAW," tulis Usman.

Buku ini diterbitkan oleh Angkatan Bersenjata pada 18 Juli 1987 dan dikutip kembali oleh Kong Yuanzhi dalam buku berjudul 'Muslim Tinghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara' yang diterbitkan oleh Pustaka Populer Obor.

Usman Effendy mengutip pendapat Lie Shihou dalam bukunya yang bertajuk 'Bukti-bukti Baru dari Mukadimah Silsilah Marga Cheng dan Silsilah Sayid Ajall'. Shihou berpendapat bahwa Cheng Ho adalah keturunan Nabi Muhammad SAW. Bila Nabi Muhammad adalah angkatan pertama, maka Cheng Ho merupakan angkatan ke - 37. 

Shihou berargumen bahwa dalam Mukadimah Silsilah Marga Cheng, tercatat bahwa Suo-Fei-Er/ Sayidina Syafii adalah Kaisar Kerajaan Bokhari. Pada tahun Xi Ning ke-3 Dinasti Song (1070 M), Sayidina Syafii menyerahkan diri kepada Kaisar Song Tiongkok akibat negerinya diserang oleh negara tetangganya. 

"Dan Sayidina Syafii beserta keturunannya dianugerahi Kaisar Tiongkok jabatan tinggi berkat jasa-jasanya. Ternyata Cheng Ho adalah keturunan dari Sayidina Syafii," tulis Shihou.

"Dari mukadimah Silsilah marga Cheng dapat kita ketahui keturunan Sayidina Syafii sebagai berikut: Sayidina Syafii --> Sa-Yan/Sai Yan --> Su-Zu-Zha/Su-Sha-Lu-Gu-Cong-Yue --> Kan-Ma-Ding --> Ma-Ha-Mu --> Sayid Ajall/Sayidina Syamsuddin (yang dianugerahi sebagai Raja Han Yang) --> Na-Su-La-Ding --> Bai-Yan-Mi-Li-Jin/Ma Haji --> Ma San --> Bao/Ma He/Chen Ho," tambah Shihou dalam bukunya 'Bukti-Bukti Baru dari Mukadimah Silsilah Marga Cheng dan Silsilah Sayid Ajall'.

Dari silsilah marga Cheng dan Silsilah Sayyid Ajall, dapat disimpulkan dengan bagan sebagai berikut:

Angkatan 

1: Muhammad
2: Ali,
3: Hou-Sai-Ni
4: Yi-Bu-Lai-Xi-Mo
5: Yi-Si-Ma-Ai-le
6: Xie-Xin
7: E-Le-Hou-Sai-Ni
8: Ye-Ha-Ya
9: E-Ha-Mo-De
10: Li-Sha-Shi (Kaisar Kerajaan Mi-Si-Le)
11: She-Li-Ma
12: Mu-Lu-Ye-Mi
13: Ya-Xin
14: Lu-Er-Ding
15: Mu-Ba-er-Sha
16: Yi-Si-Ma-Xin
17: Ha-San
18: Gu-Bu-Ding
19: Mu-Xie
20: Hu-Fu-Ding
21: Wu-Ma-Nai-Ding
22: Wu-Ma-Er
23: Cha-Fa-Er
24: Zhe-Ma-Nai-Ding
25: An-Du-Er-Yi
26: Suo-Fei-Er/ Sayidina Syafii
27: Sai-Yan-Su-Lai-Gong-Na
28: Su-Sha-Lu-Gu-Chong Yue/ Su-Zu-Sha
29: Kan-Ma-Ding-Yu-Su-Pu
30: Ma-Ha-Mu-Ke-Ma-Nai-Ding
31: Sai-Dian-Chi/ Sayid Ajall/ sayidina Syamsuddin
32: Na-Su-La-Ding
33: Bai-Yan
34: Mi-Di-Na/ Haji
35: Mi-Li-Jin/ Ma Haji
36: Ma He/ Cheng Ho

Kebanyakan nama moyang Cheng Ho yang terdapat di Mukadimah itu asalnya dari bahasa Arab Persia. Maka bentuk tulisan yang dipakai seperti Su-Zu-Sha atau Kan-Ma-Ding merupakan terjemahan bahasa Mandarin menurut bunyi aslinya, kecuali nama Sayid Ajall yang diturunkan dari keterangan bahasa Inggris, dan nama Sayidina Syamsudin yang diturunkan dari Usman Effendy. dikutip : (/republika.co.id

Pria Ini Tidak Makan Dan Minum Selama Lebih 70 Tahun

Selama 70 Tahun Pria Ini Hidup Tanpa Makan dan Minum


Prahlad Jani, 82 tahun, asal India mengaku tidak makan dan minum selama lebih 70 tahun sejak 1940. Ia menyebut dirinya breatharian, hidup hanya dengan menghirup udara dan meditasi. 


Ia mengklaim mendapat kekuatan dari dewa ketika masih berusia tujuh tahun. Dewa memberinya ramuan keabadian lalu ia meninggalkan rumah untuk menjadi orang suci di Rajasthan. 

Pengakuannya itu dibuktikan oleh 30 orang dokter dari rumah sakit di Gujarat. Ia tidak makan dan minum maupun ke toilet selama 15 hari dalam ruangan yang diawasi dengan kamera dan CCTV. Pada hari terakhir, tubuhnya tidak menunjukkan tanda-tanda melemah akibat kelaparan atau dehidrasi.

"Kami masih tidak mengerti bagaimana ia hidup," kata ahli saraf, Sudhir Shah, seperti dikutip harian Kanada National Post, Selasa (26/4). 

Menurut Shah, jika Jani tidak mendapat energi dari makanan dan minuman, dipastikan ia menyerap energi dari sekelilingnya, seperti energi matahari. Selain kalori, dimungkinkan ada sumber energi lainnya. 

Dokter melakukan sejumlah tes pada kinerja jantungnya, paru-paru, dan kemampuan memori. Selain itu, dokter juga memeriksa organ otak dan pembuluh darah. Dokter juga melakukan pengujian lab untuk melihat hormon, enzim, metabolisme energi, dan gennya. Namun, hasilnya baru dapat dilihat beberapa bulan ke depan. 

Organisasi Pengembangan dan Penelitian Pertahanan India pun ikut terlibat dalam penelitian itu. Mereka berharap dapat mengungkap misteri tubuh Jani sehingga kemampuan hidupnya dapat dipelajari dan diterapkan untuk para prajurit, astronot, maupun korban bencana. 

Namun, pengakuan Jani juga memunculkan keraguan. Menurut Dokter Sudhir Shah yang telah melakukan penelitian terhadapnya  ketika Jani tidak makan dan minum selama 10 hari, kandung kemihnya menyerap kembali urine yang dikeluarkan tubuhnya. Selain itu, bobot tubuhnya berkurang di akhir puasanya. 

Di India, kegiatan puasa merupakan hal yang biasa, terutama pada umat Hindu. Terkadang mereka berpuasa hingga  delapan hari. Namun, umumnya manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makanan selama 50 hari ,gimana menurut anda percayakah anda(/http://www.tempo.co
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...